Pernah nggak sih, kamu masuk ke ruang tamu mewah, liat meja kayu jati solid, trus mikir, “Berapa pohon ya yang ditebang buat benda ini?” Atau mungkin, sebagai desainer, kamu lagi pusing nyari material yang beneran mewah tapi beneran ramah lingkungan, bukan cuma greenwashing?
Gue sering ngalamin itu. Dan Agustus 2026 ini, ada angin segar yang bikin para desainer interior kelas atas di Jakarta pada ngelirik. Bukan kayu jati, bukan marmer, tapi furnitur ‘mycelium hidup’. Ini bukan sekadar ganti bahan, ini tentang revolusi kemewahan organik bernyawa—di mana furnitur bukan cuma benda mati, tapi material yang “tumbuh” dan punya jejak karbon negatif.
Dari Limbah Pertanian Jadi Ikon Kemewahan
Mycelium itu apa? Ibaratnya akar jamur yang halus kayak benang. Material ini diikat sama limbah pertanian kayak serbuk kayu atau kulit jagung, dibiarkan tumbuh, dan jadilah komposit padat yang kuat . Hasilnya? Furnitur yang ringan, isolatif, dan—yang paling penting—100 persen biodegradable alias bisa terurai alami balik ke tanah .
Di Bandung, ada startup bernama MYCL yang udah jadi pionir. Mereka bikin produk kayak BioBo (papan partikel tanpa perekat kimia buat pelapis dinding) dan MycoBlox (blok modular dekoratif) . Bahkan, emisi karbon produk mereka 10 persen lebih rendah dari material lain, dan yang lebih gila: produk-produk ini punya kapasitas nyerap karbon ! Iya, bangku yang kamu dudukin lagi bantu bersihin udara. Ibaratnya, ini bukan cuma netral karbon, tapi negatif karbon.
Di level global, ini bukan iseng. Pasar bio-furniture global udah bernilai USD 8,5 miliar di 2025 dan diprediksi tembus USD 12,3 miliar di 2032 . Sementara pasar material berbasis mycelium secara khusus diproyeksikan dari USD 3,5 miliar (2025) jadi USD 6,1 miliar (2032) . Ini tren serius, bukan gimmick.
Contoh Nyata: Dari Bangku Bandung Sampai Sofa Paris
- MYCL x Shrum di Jakarta: Di pameran “Material Masa Depan” Jakarta Future Festival 2026, MYCL nunjukin bangku ‘Shrum’ yang kokoh, terbuat dari serbuk kayu dan miselium . Pengunjung bisa duduk langsung, buktiin kekuatannya.
- Aifunghi di 3daysofdesign 2025: Startup Belanda ini pamer koleksi kursi mycelium dengan tampilan “berbulu” unik. Mereka bahkan produksi di skala semi-industri .
- Ligne Roset x MycoWorks: Ini yang paling spektakuler! Brand furnitur mewah Prancis, Ligne Roset, berkolaborasi dengan MycoWorks buat bikin sofa Kobold dari material Reishi™, sebuah biomaterial kulit mewah yang tumbuh dari miselium . Sofa ini dijual dalam katalog 2025 mereka, dan ini bukan prototipe—ini produk industri yang siap pasar . Ini bukti mycelium udah naik kelas: bukan lagi eksperimen, tapi material mewah yang siap dipakai di rumah-rumah elite.
Kenapa Desainer Mewah di Jakarta Beralih?
Ada tiga alasan kenapa peralihan ini terjadi:
- Tuntutan Klien Kaya Akan Keberlanjutan: Pemilik rumah mewah sekarang mulai sadar. Mereka nggak cuma minta estetika, tapi juga cerita dan jejak karbon yang bersih. Mycelium ngasih itu.
- Eksklusivitas “Bernyawa”: Setiap produk mycelium punya tekstur dan pola yang unik, kayak marmer atau kulit alami. Bahkan, material Reishi™ dari MycoWorks diklaim bisa mengembangkan patina seiring waktu . Ini nilai jual yang nggak ada di kayu jati.
- Tekanan Regulasi: Sektor bangunan nyumbang hampir 60% emisi gas rumah kaca di Jakarta. Regulasi hijau makin ketat, dan mycelium adalah jawaban.
Tips Praktis: Mulai Pakai Mycelium di Proyek Mewah
- Mulai dari Elemen Dekoratif: Nggak usah langsung ganti semua furnitur. Coba panel akustik, partisi ruangan, atau meja samping dari mycelium. MYCL di Bandung bisa jadi mitra lokal .
- Tanyakan Sertifikasi: Pastiin produk mycelium beneran biodegradable dan nggak dicampur bahan kimia berlebihan.
- Kolaborasi dengan Desainer: Ajak desainer interior yang udah punya pengalaman sama material bio-based.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakuin
- “Mycelium itu rapuh dan cuma buat pameran.” Padahal, Ligne Roset aja udah pake buat sofa produksi massal. Kekuatannya setara material mewah lainnya .
- “Harganya pasti selangit.” Emang masih premium, tapi bayangin nilai jual “karbon negatif” dan “biodegradable” di mata klien kelas atas. Ini investasi, bukan biaya.
- “Nggak ada yang jual di Indonesia.” Ada! MYCL udah operasi di Bandung dan bahkan lisensi teknologinya ke Jepang .
Kesimpulan: Kemewahan yang Bisa Kamu Tanam Sendiri
Kematian kayu jati di ranah desain mewah mungkin berlebihan. Tapi pergeseran ke mycelium jelas bukan isapan jempol. Ini bukan cuma tentang tren, tapi tentang redefinisi kemewahan: dari sekadar estetika dan kelangkaan, menjadi estetika, keberlanjutan, dan cerita positif untuk bumi.
Buat desainer dan pemilik rumah di Jakarta, Agustus 2026 ini adalah momen tepat buat mulai bertanya: “Kapan furnitur rumah gue bisa tumbuh dari jamur?”
P.S. Kalo kamu lagi ngerancang rumah mewah atau renovasi kantor, coba deh kontak MYCL di Bandung. Siapa tau, proyekmu jadi pionir “kemewahan bernyawa” di Jakarta.